Sunday, August 14, 2022
Mesin Pelet Kayu Indonesia

Peran Mesin Rotary Dryer dan Pellet Mill dalam Pabrik Wood Pellet

Pendahuluan Penggunaan bahan dari sumber biomassa untuk produksi energi akhir-akhir ini menjadi lebih populer, karena ia dipandang sebagai BB netral…

By Fathur , in apa itu mesin rotary Mesin Pelet Kayu mesin rotary kayu mesin wood pellet rotary dryer adalah , at 2021-03-30 Tags: , , , , , , , , , , ,

Pendahuluan

Penggunaan bahan dari sumber biomassa untuk produksi energi akhir-akhir ini menjadi lebih populer, karena ia dipandang sebagai BB netral karbon (CO2). Kayu atau TKKS (Tandan Kosong Kelapa Sawit) adalah sumber energi biomassa terutama bagi negara yang memiliki sumber daya alam dari hutan lebat dan kebun kelapa sawit seperti Indonesia. Kelemahan biomassa adalah ia memiliki kadar air yang tinggi dan bervariasi, rerata di atas 50%. Biomassa tersebut harus dikeringkan atau diturunkan kadar airnya ke level tertentu, guna mengoptimalkan penanganan dan penyimpanannya, sekaligus menaikkan efisiensi energi proses konversi dan mengurangi emisi polutan. Artinya, kadar air pada bahan baku yang pada akhirnya akan diubah menjadi pelet sebaiknya mencapai kadar air yang sesuai dengan nilai kesetimbangannya, agar mampu mencegah pelet mengembang selama penyimpanan dan pengiriman. Selain itu, bila kadar air terlalu tinggi, produk pelet tersebut akan mudah diserang mikroorganisme dan jamur. Kadar air rerata terbaik adalah antara 10-15%. Contoh, kadar air kayu pinus adalah 12%, sedangkan kayu oak dan maple masing-masing 10% dan 14%. Kadar air serat TKKS sekitar 12%. Pelet kayu itu adalah satu bentuk BB ( bahan bakar) biomassa yang tinggi nilai kalor dan kerapatan massanya untuk menghasilkan panas atau listrik atau kombinasi keduanya dalam sistem penyediaan daya listrik.

Seperti diketahui bahwa pengurangan kadar air dalam bahan baku (serbuk kayu / serat TKKS) itu melalui pengeringan harus diupayakan hingga di bawah 20%. Bila kadar air masih di atas 20%, maka ketika serbuk kayu memasuki mesin pelet, akan terjadi tekanan yang tinggi terhadap die, karena suhu pelet meningkat dan menghasilkan uap air cukup banyak, yang selanjutnya motor bekerja lebih berat, dan kemungkinan die akan tersumbat. Selain itu, pelet akan menjadi lunak, tidak halus permukaannya dan sangat mudah pecah. Sebaliknya, bila bahan berkadar air rendah (terlalu kering), maka roller tidak mampu menekan bahan dalam die, sehingga panas berkurang, dan lignin dalam bahan belum mampu sebagai perekat pelet. Selain itu, bahan kurang menghasilkan friksi dan tekanan yang cukup, sehingga bahan akan meluncur bebas di dalam die dan pelet tidak terbentuk.

Selain itu, BB kayu seperti serbuk gergaji diharapkan memiliki nilai kalor setinggi-tingginya dengan cara mengubahnya ke bentuk pelet kayu, sehingga mendekati nilai kalor batubara. Hal itu pertama kali dilakukan dengan cara mengurangi kadar air yang dikandungnya. Pengeringan secara alami (natural convection) biasanya dilakukan menggunakan sinar matahari (40-60 oC) tetapi ternyata dalam prakteknya cara ini mempunyai banyak kekurangan, yaitu memerlukan waktu lama, butuh area yang luas, cuaca / iklim yang berubah-ubah, dan pemanasannya kurang merata. Oleh karena itu, pengeringan sampai batas kadar air tertentu harus dilakukan secara paksa (force convection) dalam tabung silinder dengan pengaturan dan pengendalian kondisi proses pengeringan, seperti suhu, kelembaban udara, laju alir udara (cepat/lambat), putaran drum (cepat/lambat), dan lama waktu pengeringan. Alat itu disebut Pengering Putar (Rotary Drier).

Pengering putar adalah alat pengering berbentuk drum yang berputar secara ajeg dilengkapi dengan pemanasan via tungku atau gasifier dan pelat angkat di dalam drum. Bahan diputar berkali-kali berbalikan ke atas dan ke bawah secara merata sambil dihembus oleh udara panas, dengan harapan kadar air akan menurun serendah-rendahnya.

Pengering putar dapat digunakan untuk mengeringkan bahan-bahan produk pertanian seperti jerami padi untuk briket, arang, serbuk gergaji untuk pelet / briket, kayu, serpihan kayu, batang jagung, batang kedelai,  batang kapas, jerami gandum, batang sorgum, ginkgo biloba, daun mulberry, bahan selulosa pertanian, TKKS, dll. Contoh prinsip kerja pengering putar dapat dilihat dalam video 1.

https://www.youtube.com/watch?v=V3SBE41vJ64
Video 1. Contoh Prinsip kerja pengering putar.

Prinsip Kerja

  • Bahanserbuk/serat basah dikirim ke hopper dengan ban berjalan atau bucket elevator, kemudian bahan diumpankan melalui hopper memasuki lubang umpan via pipa umpan. Kemiringan pipa umpan harus lebih besar dari kemerosotan alami bahan, sehingga bahan dapat mengalir ke pengering putar dengan lancar (via gravitasi dan rotasi). Pengering putar itu mengadopsi jenis pemanasan aliran langsung dengan sumber panas dari unit tungku pembakaran. Bahan yang akan dikeringkan segera diputar kembali oleh pelat angkat saat memasuki ruang tangki umpan dan saluran umpan.
  • Karena pengering putar dipasang sedikit miring sekitar 3 derajad, bahan mengalir ke ujung belakang pengering putar menggunakan gaya gravitasi dan rotasi. Sementara itu, bahan diangkat oleh pelat berulang kali dan ditebar sedemikian rupa yang membuat bahan membentuk tirai yang rata, dan terjadi pertukaran panas secukupnya dengan aliran udara panas.
Gambar 1. Mesin Pengering Putar untuk Serbuk Gergaji.
Gambar 2. Mesin Pengering Putar untuk Produksi Pelet Kayu.
  • Udara panas (udara luar dihisap oleh fan kemudian melewati burner berbahan bakar misalnya cangkang sawit) yang masuk ke dalam pengering putar biomassa diupayakan bersuhu maksimum 250 oC guna menghindari bahaya kebakaran biomassa (serbuk kayu/serat TKKS) kering yang akan terjadi di atas 250 oC, khususnya pada moda aliran lawan arah. Oleh karena itu, jalur serbuk kayu / serat TKKS basah sebagai zat yang akan dikeringkan harus mengikuti moda aliran searah dengan udara panas.

Fitur

  1. Pengering putar terutama digunakan untuk mengeringkan biomassa, pupuk, dan bahan pakan ternak. Ia memiliki drum putar dan dapat mengeringkan bahan dengan kelembaban tinggi, seperti serbuk gergaji, jerami, tangkai, bahan pakan ternak dari jagung, kedelai, bahan pupuk sereal dari kotoran unggas, limbah rumah tangga atau pabrik, dll.
  2. Putaran pengering drum putar dapat dikontrol sesuai dengan kelembaban material umpan. Jika kelembaban material itu tinggi, maka ia dapat menurunkan kecepatan umpan lebih rendah dan putaran drum lebih rendah, agar waktu pengeringan lebih lama.
  3. Pengering putar memiliki peralatan pengatur suhu antara burner dan pengering, yang dapat mengatur suhu udara panas saat pengumpanan ke drum pengering sesuai dengan kelembaban bahan baku dan suhu panas yang keluar dari burner.
  4. Pengering putar memiliki dua cara untuk mengeluarkan bahan; yang pertama adalah pengeluaran dari dasar drum putar, terutama cocok untuk bahan-bahan dengan rasio berat yang besar; yang kedua pengeluaran bahan dari dasar siklon, terutama cocok untuk bahan ringan. Oleh karena itu, jenis bahan baku, dimensi, dan kelembaban bahan baku, perlu diberitahukan kepada produsen mesin pengering putar, agar pelanggan dapat memilih model pengering terbaik.
  5. Ada banyak macam/corak multi-sudut pelat angkat untuk mengangkat bahan di dalam pengering; selama pengeringan, pelat angkat akan menaik-turunkan material yang ditebarkan secara merata, yang dapat memastikan bahan terpanaskan sepenuhnya dengan udara panas yang cukup dan juga memastikan efisiensi pengeringan yang baik.

Sebelum melakukan pembelian, produsen alat pengering biasanya akan bertanya pada pelanggan, tentang:

  1. Bahan apa yang akan dikeringkan?
  2. Berapa kapasitas yang diminta per jam?
  3. Berapa kandungan air sebelum pengeringan?
  4. Berapa kandungan air sesudah pengeringan?

Beberapa model (versi Taichang) dalam Tabel 1 dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan pabrik anda.

ModelDiamater (m)Panjang (m)Kapasitas Evaporasi (ton/jam)Daya (kW)
TCO1.2×121,2120,27-0,545,5+11+3+3
TCO1.5×151,5150,42-0,857,5+15+3+3
TCO1.8×181,8181,22-2,4415+18,5+3+3
TCO2.0x202,0201,5-2,518,5+22+4+4
TCO2,2×242,2241,82-3,6522+30+4+4
Tabel 1. Model Alat Pengering berbagai Kapasitas versi Taichang.

Mesin pengering serbuk kayu juga dapat diproduksi di dalam negeri; perusahaan tersebut di antaranya adalah Garuda Muda; Laskar Teknik (spek: L = 8m, pelat eser & pipa besi, laju pengeringan 100kg/jam, kadar air awal 60%, kadar air akhir <15%, dilengkapi dengan 1 unit tungku gas/biomassa (arang/batok kelapa/kayu), Daya 2 HP/1,5kW, harga relatif murah), dll.

Contoh Perhitungan Untuk Serbuk Kayu

Diketahui sebuah tungku pembakaran berbahan bakar cangkang sawit sebagai burner yang menghasilkan udara panas. Pengering putar (rotary drier) serbuk kayu berkapasitas 3 ton/jam. Kadar air serbuk kayu awal rerata 35%. Berapa jumlah cangkang sawit (nilai kalor 23.605 kJ/kg atau 5641 kcal/kg) yang diperlukan, bila kadar air serbuk kayu diturunkan hingga 10% ? Asumsi: Efisiensi tungku 85%. Cpair = 1 kcal/kg.oC; Cpuap air = 0,48 kcal/kg.oC; Panas Laten penguapan air 2260000 J/kg = 540 kcal/kg; Cpserbuk kayu = 0,21 kcal/kg.oC. Suhu udara dalam tungku 150 oC.

Jawab: kapasitas tungku 3000 kg/jam; kadar air awal serbuk kayu 35% dan kadar air akhir 10%. Maka, air yang harus diuapkan = 3000 kg/jam (35-10)/(100-10) = 833 kg/jam = 0,833 ton/jam.

  • Panas(air-uap air) = Panas sensible (100oC)+ panas laten + panas sensible (150oC) = 833 kg/jam (1kcal/kg.oC) (100-30)oC + 833 kg/jam (540 kcal/kg) + 833 kg/jam (0,48 kcal/kg.oC) (150-100) oC = 58.310 + 449.820 + 19.992 = 528.122 kcal/jam.
  • Panas(serbuk kayu 30-150oC) = Mserbuk kayu (kg/jam).Cpserbuk kayu (kcal/kg.oC)(150-30)oC = (3000-833)(0,21)(120) = 54.608 kcal/jam
  • Panas total = Panas(air) + Panas(serbuk kayu) = 528.122 + 54.608 = 582.730 kcal/jam.
  • Bila panas yang lolos ke lingkungan via bodi pengering, bocor, dll dianggap 10%, maka panas total menjadi 582.703/0.9 = 647.448 kcal/jam
  • Panas total yang dibutuhkan tersebut harus dipasok oleh bahan bakar cangkang sawit. Bila efisiensi tungku 85%, maka jumlah cangkang sawit yang diperlukan = 647.448 kcal/jam / (5641 kcal/kg x 0,85) = 135 kg/jam.
  • Massa jenis cangkang sawit 1700 -2050kg/m3. Bila massa jenis cangkang sawit diambil 1700 kg/m3, maka volume cangkang sawit menjadi = 135 kg/jam /1700 kg/m3 = 0,08 m3/jam.
  • Drum Pengering putar buatan Taichang terpilih adalah model TCO1,5×15 (D = 1,5m; Panjang = 15 m; kapasitas evaporasi = 0,42-0,85 ton/jam; daya listrik = 28,5kW).

SERABUT TKKS

Pengeringan TKKS normalnya dilakukan dalam pengering drum putar konvensional menggunakan medium gas hasil bakar dari burner diesel dan uap jenuh. Akan tetapi, harga diesel lama kelamaan meningkat, maka pengguna beralih ke bahan bakar biomassa yang lebih murah dan melimpah, misalnya cangkang sawit.

Ada upaya (riset) pengeringan menggunakan sel surya. Penggunaan sel surya sebenarnya amat layak dan ekonomis, tetapi proses pengeringan tenaga surya (sebagai sumber panas utama) tersebut akan terputus pada saat mendung, hujan dan malam hari. Untuk mengatasi itu, diperlukan pemanas dukung (burner biomassa, seperti batok kelapa, serpih kayu, arang, sekam padi, pelet kayu, briket sekam padi, serat TKKS, dll) sebagai sumber panas tambahan yang tentu saja akan mempercepat proses pengeringan serat TKKS. Hal itu dibuktikan oleh hasil percobaan berikut, 1) matahari terbuka, butuh waktu pemanasan 100 jam; 2) campuran tenaga surya tak langsung dan langsung, memerlukan waktu pemanasan 52-80 jam; 3) pemanas dukung (burner biomassa) saja, butuh waktu pemanasan 48-56 jam; 4) hibrid, gabungan tenaga surya dan burner, butuh waktu pemanasan 24-32 jam.

Sket alat pengering putar untuk serat TKKS dengan bahan bakar PKS (Palm Kernel Shell, Cangkang Sawit) yang menggunakan moda searah antara aliran serat TKKS dan udara panas kira-kira seperti di bawah.

Gambar 3. Contoh Pengering Putar moda aliran searah untuk TKKS.

Pengering putar serat TKKS dirancang khusus untuk mengeringkan serat TKKS. Serat TKKS akan dikeringkan dalam zona pengering yang berisi kombinasi pelat-pelat, sehingga serat TKKS dapat ditebarkan secara vertikal oleh pelat pengering itu, dengan memanfaatkan beda sudut dan gerakan rotasi pelat pengering tersebut. Udara bersuhu tinggi dari hasil pembakaran cangkang sawit dalam tungku memasuki silinder dan berkontak dengan serat TKKS basah, sehingga menguapkan air dan mengeringkan serat TKKS. Setelah pengeringan, kandungan air serat TKKS menurun dari 60-65% hingga 12%.

Video 2 adalah contoh pengering putar yang dikhususkan untuk pengeringan serat TKKS dan diterima secara populer di lingkungan pelanggan di Malaysia (sudah dibangun 10 unit) dan Thailand. Pengering putar tersebut berkinerja baik selama ini, sehingga ia menjadi jaminan keberhasilan penurunan kadar air sesuai desain.

https://www.youtube.com/watch?v=rPqT0siS9IE&t=28s
Video 2. Tampilan Dalam Pengering Putar Serat TKKS.

Komponen pengering putar dalam peralatan pengering putar serat TKKS terdiri atas sistem umpan, sistem panas, sistem transmissi / penggerak, sistem pengeluaran produk, sistem penyaring debu, dan sistem kendali listrik.

Proses Pengeringan Serat TKKS

Bagian dalam pengering putar terlihat di Video 1. Pengering putar serat TKKS terdiri atas ban berjalan pembawa bahan, masukan umpan, tungku panas, angsang filter, silinder putar, silinder pendingin, dan lubang pengeluaran. Silinder putar yang dilengkapi penggerak putar, berputar dengan laju rendah tergantung pada motor dan transmisi yang berputar rendah. Umpan masuk berada di antara tungku panas dan silinder putar dan ada pelat sebagai pengaduk di dalam silinder. Baflle berada pada sambungan silinder putar dan angsang filter. Ujung angsang filter terikat dengan silinder putar.

Langkah 1: Produksi udara suhu tinggi. Udara panas diperlukan untuk mengeringkan serat TKKS dalam Jalur produksi. Mesin pengering serat TKKS mengadaptasi aneka macam sumber panas, seperti burner gas, burner biomassa, tetapi pilihan terbaik adalah kiln karbon cangkang sawit yang digunakan untuk membakar cangkang sawit, dan menghasilkan udara bersuhu tinggi yang bergerak menuju sistem pengeringan. Dalam waktu yang sama, ia juga akan memproduksi karbon aktif berkualitas tinggi.

Langkah 2: Pemindahan bahan. Alat ban berjalan kuantitatif (tidak terlihat dalam gambar) membawa serat TKKS basah ke lubang pengumpan yang juga berfungsi mencegah angin dingin masuk ke drum pengering putar. Pada saat yang sama, ia membawa masuk serat TKKS basah ke mesin pengering putar. Hembusan fan membuat pertukaran udara suhu tinggi ke udara suhu rendah berlangsung, sekaligus mengeringkan serat TKKS basah, dan menghembus uap air keluar dari pengering putar dengan cepat.

Langkah 3: Pengeringan serat TKKS. Serat TKKS mengalir masuk ke pengering putar dengan lancar bersama-sama dengan udara panas dengan moda aliran searah. Pengering putar telah dirancang khusus sesuai dengan fitur serat TKKS basah. Pengering putar itu menyediakan ruang pengering yang besar dan luas, sehingga serat TKKS dapat tertebar merata pada struktur bagian dalam yang memperbesar area kontak panas antara udara bersuhu tinggi dan serat TKKS seluas mungkin.

Oleh karena itu, efisiensi tukar panas pengering putar menjadi lebih baik, biaya energi menjadi rendah, dan lebih bersih. Zona yang tersedia di silinder itu berupa 1) Zona pertama adalah area pengering cepat bersuhu tinggi. Pada langkah ini, air diuapkan menjadi uap air, dan akhirnya kandungan air dalam serat TKKS diturunkan dari 60-65% menjadi sekitar 12%, dan hal itu berlangsung sekitar 20-30 menit; 2) Zona tengah adalah area pengeringan ajeg; 3) Zona akhir adalah area pendinginan bersuhu rendah.

Langkah 4: Serat TKKS berpisah dengan udara buang. Kipas menghembus udara bersuhu tinggi langsung masuk ke dalam pengering putar, dan mempercepat gerakan serat TKKS dan udara masuk sekaligus mengeringkan semua serat TKKS, dan mendorong udara buang keluar dari pengering putar via pemisah siklon yang memisahkan serat TKKS kering dan udara buang.

Serat TKKS kering yang telah dipisahkan dari udara buang via siklon kemudian jatuh ke bawah siklon, yang diterima mesin pengumpan luar dan jatuh ke ban berjalan luar. Udara buang masuk ke pipa udara dari puncak siklon, dan akhirnya dibuang ke lingkungan melalui fan buang bila telah memenuhi standar lingkungan lokal.

Langkah 5: Masuk ke mesin timbang serat TKKS. Serat TKKS kering dikirim ke mesin timbang menggunakan ban berjalan, dengan berat 100-150kg/bal.

Karakrerisitik mesin pengering ini adalah:
  • Mudah dioperasikan, struktur stabil
  • Investasi rendah, laba dapat kembali dengan cepat
  • bahan bakar tungku dapat berupa batubara, minyak, gas, dan cangkang sawit.
  • Dibuat secara professional, memenuhi aturan CE, ISO, dan SGS
  • Perawatan mudah dilakukan.

Fitur pengering putar serat TKKS

  • Kekuatan material pengering yang kuat, terdesentralisasi dalam aliran udara, yang memiliki area permukaan pengeringan efektif
  • Waktu pengeringan singkat
  • struktur pengering pneumatik sederhana, meliputi area sempit yang mudah dibangun dan diperbaiki
  • Kapasitas penanganan besar, efisiensi termal tinggi yang dapat mencapai 60%.

Contoh perhitungan untuk serat TKKS

Diketahui sebuah tungku pembakaran yang berbahan bakar cangkang sawit sebagai pemanas pengering putar (rotary drier) serat TKKS berkapasitas 3 ton/jam. Kadar air serat TKKS awal rerata 60%. Berapa jumlah cangkang sawit (nilai kalor 23.605 kJ/kg atau 5641 kcal/kg) yang diperlukan, bila kadar air serat TKKS diturunkan hingga 12 % ? Asumsi: Efisiensi tungku 85%. Cp air = 1 kcal/kg.oC; Cp uap air = 0,48 kcal/kg.oC; Panas Laten penguapan air 540 kcal/kg; Cpserbuk TKKS = 1482,69 J/kg.oK (= 0,3541 kcal/kg.oC). Suhu udara dalam tungku 150 oC.

Jawab: kapasitas tungku 3000 kg/jam; kadar air awal serat TKKS 60 % dan kadar air akhir 12 %. Maka, air yang harus diuapkan = 3000 kg/jam (60-12)/(100-12) = 1.636 kg/jam = 1,636 ton/jam.

  • Panas(air-uap air) = Panas sensible (100 oC)+ panas laten + panas sensible (150 oC) = 1.636 kg/jam (1kcal/kg.oC) (100-30)oC + 1.636 kg/jam (540 kcal/kg) + 1.636 kg/jam (0,48 kcal/kg.oC) (150-100) oC = 114.520 + 883.440 + 39.264 = 1.037.224 kcal/jam.
  • Panas(serat TKKS) = Mserat TKKS (kg/jam) x Cpserat TKKS (kcal/kg.oC)x (150-30)oC = (3000-1636) (0,3541) (120) = 57.959 kcal/jam
  • Panas Total = Panas(air) + Panas(serat TKKS) = 1.037.224 + 57.959 = 1.095.183 kcal/jam.
  • Bila panas yang lolos ke lingkungan via bodi pengering, bocor, dll dianggap 10%, maka panas total menjadi 1.095.183 / 0.9 = 1.216.870 kcal/jam.
  • Panas total yang dibutuhkan tersebut harus dipasok oleh bahan bakar cangkang sawit. Bila efisiensi tungku 85%, maka jumlah cangkang sawit yang diperlukan = 1.216.870 kcal/jam / (5641 kcal/kg x 0,85) = 254 kg/jam.
  • Massa jenis cangkang sawit 1700 -2050kg/m3, bila massa jenis cangkang sawit diambil 1700 kg/m3, maka volume cangkang sawit menjadi = 254 kg/jam /1700 kg/m3 = 0,15 m3/jam.
  • Drum Pengering putar buatan Taichang terpilih adalah model TCO2,0x20 (D = 2,0 m; Panjang = 20 m; kapasitas evaporasi = 1,5-2,5 ton/jam; daya listrik = 48,5kW).

 

Mesin Pelet (Pellet Mill)

Serbuk kayu atau serat TKKS adalah biomassa yang dapat langsung dipakai sebagai bahan bakar, dan campuran batubara dalam teknologi co-firing PLTU batubara. Akan tetapi, sifat fisik mereka, seperti kerapatan massa masih kecil dan nilai kalor masih rendah. Oleh karena itu, mereka harus dipadatkan lebih dahulu agar kerapatan massa menaik dan nilai kalor mereka meningkat, mendekati nilai kalor batubara muda, setidaknya di atas 4000 kcal/kg. Guna memenuhi persyaratan itu, segera setelah melalui proses pengeringan, dan yang ditampung dalam silo sementara, agar mendingin, mereka diumpankan ke mesin pelet sesuai dengan desain yang sudah dipilih.

Banyak mesin pelet berbagai kapasitas telah ditawarkan baik buatan dalam negeri (misalnya CV Garuda Muda Indonesia) maupun luar negeri (misalnya buatan Taichang). Pelanggan diminta bijak untuk memilih mesin pelet sesuai dengan kapasitas terancang, relatif murah, kuat (tahan lama), dan suku cadang yang mudah dicari. Selain itu, sesuai perhitungan ekonomi, cicilan pembelian mesin pelet ke bank diupayakan masih terjangkau (di bawah 5 tahun) dengan harga pelet sesuai dengan harga pasar (misalnya Rp.1400-1600/kg), seperti yang sudah diantisipasi dalam perhitungan studi kelayakan pabrik pelet kayu.

Mesin pelet versi baru (Taichang) terus menerus dikembangkan dan diperbaiki oleh teknisi berpengalaman dan telah diuji bertahun-tahun. Ia telah disetujui sebagai mesin yang berkinerja baik oleh pelanggan dalam negeri dan luar negeri.

Ia mengadopsi gearbox heliks permukaan keras yang bermodulus besar, penguatan poros utama, keluaran daya yang kuat, stabilitas yang baik, tingkat kegagalan rendah, biaya produksi rendah, jadi ini adalah mesin pilihan pertama untuk industri energi biomassa.

Spek yang ditawarkan:

  • Bahan baku: serbuk gergaji, TKKS, jerami padi, bambu, rumput2an, cangkang sawit, dll.
  • Daya: 90kW/ 110kW/ 132kW/ 160kW+1,5kW+1,5kW+0,37kW+0,55kW
  • Kapasitas: 1-3 ton/jam
  • Dimensi: P = 2,2m; W = 1,3m; H = 1,6m.
  • Diameter pelet: 6mm; 8mm; 10mm; 12mm; Panjang pelet: 10-30mm; ukuran pelet tersebut dapat diatur menuruti permintaan pelanggan.
  • Merek motor: pilihan, buatan China atau Siemens
  • Merek bearing/bantalan: bantalan standar Harbin atau buatan SKF (terkenal), termasuk sistem pelumasan otomatis, fan hembus, dan kantong penangkap debu.
  • Waktu penyerahan: 15-25 hari kerja setelah pemesanan dibayar.

Pertanyaan lanjut adalah

  1. Apa sajakah macam kayu sebagai bahan baku mesin pelet (untuk melihat rasio tekan-cetak mesin)? Berapa kandungan air bahan baku? Berapa kapasitas per jam, per bulan, per tahun? Catatan: jika kandungan air tinggi, diperlukan pengering putar, karena kandungan air yang tepat untuk masuk mesin pelet 10-15%. Mohon lengkapi data detil yang pelanggan perlukan, agar jalur produksi yang tepat dapat dirancang produsen mesin pelet dengan baik.
  2. Berapa lama garansinya ? garansi diberikan 12 bulan, kecuali bagian-bagian mesin yang aus / mudah rusak.
  3. Apakah teknisi ahli hadir saat pemasangan alat? Iya, tentu saja. Perusahaan memiliki tim teknisi ahli pemasangan alat dan tim khusus purna jual. Mereka akan membantu memasang mesin pelet dan memberikan pelatihan kepada staf pelanggan bagaimana melakukan operasi dan perawatan mesin.
  4. Berapa persyaratan voltase listrik yang diminta ? mesin pelet membutuhkan voltase 380V, 220V, 240V, 415V, 480V, dengan frekuensi 50Hz dan 60 Hz.

Fitur Mesin Pelet

  1. Hopper bentuk vertikal, yang dapat menghindari penggumpalan umpan dalam ruang granulasi.
  2. dies mesin pelet berlapis ganda, sehingga dapat menurunkan biaya suku-cadang pelanggan, sekaligus menaikkan efisiensi mesin pelet.
  3. Motor mesin pelet terbaik buatan China. Motor jenis ini memiliki koil tembaga yang tebal, dan tidak akan mudah terbakar bila ada arus listrik dadakan.
  4. Komponen listrik mesin pelet menggunakan merek Delixi yang terkenal, yang menjamin kualitas purna jual.
  5. Kabinet kendali listrik mesin pelet mengadopsi konverter frekuensi merek Invt, merek terkenal dengan kualitas tinggi.
  6. Reducer / peredam mesin pelet mengadopsi peredam mesin pelet profesional yang dapat menjamin kualitas dan layanan purna jual.
  7. Bantalan mesin pelet menggunakan merek Haerbin yang berasal dari bengkel utama Haerbin.
  8. Cincin baja produk litbang independen digunakan untuk mengganti bantalan Viton tradisional yang mampu menahan umpan (serbuk kayu) tidak bocor. Pergantian itu dapat menurunkan biaya perawatan.
  9. Sistem pendinginan mengkombinasikan siklon pengumpul debu pelet dan kantong pungut debu, guna menghindari jam (macet) akibat campuran uap air dan debu.
  10. Sistem pelumasan otomatis yang unik: melumasi bantalan, dies dan roller, menaikkan efisiensi dan mengurangi konsumsi energi listrik.

Tabel 1 di bawah menunjukkan model mesin pelet yang ditawarkan.

ModelDaya
(kW)
Kapasitas
(ton/jam)
Berat
(ton)
Ukuran
(m)
LKJ56090/1321-25,52,6*1,3*2,3
LKJ700132/1602-2,592,9*1,3*2,4
LKJ850185/2202,5-3,514,53,3*1,4*3,1
Tabel 1. Model Mesin Pelet (Taichang).
Gambar 4. Contoh Mesin Pelet LKJ700.
Gambar 5. Contoh Die mesin pelet (diberikan ssebagai suku-cadang).
https://www.youtube.com/watch?v=2C7o-HZU18Y&t=570s
Video 3. Perkenalan Mesin Pelet Kayu Taichang.

Bila pembaca tertarik dengan mesin-mesin buatan Taichang, silahkan hubungi perwakilan

 

Comments


Leave a Reply


Your email address will not be published.